



Banjarmasin, 4 Juni 2025 — Langit bukan satu-satunya tempat untuk bermimpi. Laut yang dalam pun menyimpan ribuan kisah yang menanti untuk dijelajahi. Itulah semangat yang dibawa oleh mahasiswa Universitas Sari Mulia (UNISM) saat menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SDN Kelayan Barat 2, Kota Banjarmasin. Dengan mengangkat tema “Petualangan Seru di Dunia Bawah Laut dengan Virtual Reality”, mahasiswa dari Program Studi Teknologi Informasi memperkenalkan pengalaman belajar yang berbeda: menjelajahi ekosistem laut secara virtual.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional “Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas”, di mana perguruan tinggi turut berkontribusi dalam menyebarkan manfaat teknologi kepada masyarakat luas. Di tengah derasnya arus digitalisasi, UNISM mengambil peran aktif untuk mengenalkan teknologi mutakhir seperti Virtual Reality (VR) kepada generasi muda sejak dini, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan khususnya laut sebagai salah satu sumber kehidupan.
Dengan menggunakan perangkat VR, siswa-siswi diajak “menyelam” ke dasar laut tanpa harus basah. Mereka bisa melihat gerombolan ikan berwarna-warni, menyusuri terumbu karang, hingga mendekati bangkai kapal di dasar samudera yang ditampilkan secara visual 360 derajat. Meski berlangsung di ruang kelas sederhana, pengalaman yang dirasakan anak-anak benar-benar membawa mereka ke dunia yang sama sekali baru.
Respon siswa pun sangat antusias. Banyak dari mereka yang belum pernah mengenal teknologi semacam ini sebelumnya. Namun dalam waktu singkat, rasa penasaran berubah menjadi kekaguman. Mereka mulai mengajukan pertanyaan tentang jenis ikan, bentuk karang, hingga cara menjaga kebersihan laut. Kegiatan yang awalnya terlihat seperti permainan, ternyata secara alami menghidupkan rasa ingin tahu dan belajar yang menyenangkan.
Tak hanya mengajak melihat, mahasiswa juga menjelaskan fungsi teknologi Virtual Reality dan bagaimana alat ini bisa digunakan untuk tujuan edukatif. Dengan bahasa yang mudah dipahami, mereka menyampaikan bahwa teknologi bukan hanya milik orang dewasa atau kota besar, melainkan bisa menjadi alat bantu belajar bagi semua kalangan termasuk siswa sekolah dasar.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan jembatan nyata antara kampus dan masyarakat. Mahasiswa yang turun langsung ke lapangan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga belajar memahami cara berkomunikasi dan berkontribusi secara sosial. Di sisi lain, anak-anak sekolah mendapatkan akses pada pengalaman belajar yang jarang mereka temui di lingkungan sehari-hari.
Melalui program ini, UNISM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dan merata. Bahwa menjadi “kampus berdampak” berarti turut membuka akses teknologi dan inspirasi ke tempat-tempat yang mungkin selama ini jarang tersentuh inovasi.
