Mahasiswa dan Dosen Universitas Sari Mulia Adakan Pelatihan Pencegahan Kejahatan Siber di Desa Lok Buntar

Dalam era digital yang terus berkembang, ancaman kejahatan siber menjadi perhatian utama. Kejahatan siber (cyber crime) dapat menimpa siapa saja, mulai dari individu hingga instansi pemerintah. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman yang cukup mengenai ancaman ini dan bagaimana cara mencegahnya.

Mahasiswa dan dosen dari Program Studi Teknologi Informasi Universitas Sari Mulia mengadakan pelatihan di Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar bagi masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan mengatasi kejahatan siber.

Dalam pelatihan ini, warga setempat diperkenalkan dengan berbagai jenis ancaman siber seperti phishing, malware, hacking, serta bentuk-bentuk penipuan digital lainnya. Selain itu, peserta juga diajarkan cara melindungi diri dan data pribadi dari ancaman tersebut.

M. Hafiz Rizani, mahasiswa semester 4 dari Prodi Teknologi Informasi, sebagai pemateri utama, menyampaikan materi tentang jenis-jenis kejahatan siber yang sering terjadi. Dengan pengalaman praktis di bidang keamanan siber, Hafiz memberikan langkah-langkah konkret yang bisa diambil untuk melindungi diri dari serangan digital. Ditemani dengan Melky Nofan, mahasiswa semester 4 dari prodi yang sama, turut menyampaikan materi dengan fokus pada keamanan informasi. Melky memberikan wawasan tentang cara menjaga keamanan data pribadi, mengenali tanda-tanda potensi kejahatan siber, serta melindungi perangkat digital dari serangan.

Kegiatan ini didampingi oleh dua dosen pembimbing, yaitu Abdul Latif, M.Kom dan Husni Naparin, Ph.D., yang turut berperan dalam memberikan pemahaman mendalam kepada peserta. Keduanya adalah dosen Program Studi Teknologi Informasi yang memiliki pengalaman dalam bidang keamanan siber.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Lok Buntar semakin sadar akan pentingnya keamanan siber, serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan di kehidupan sehari-hari untuk melindungi diri dari ancaman digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *