Webinar Nasional UNISM Kupas Tuntas Profesi Data Scientist: Inovasi, Tantangan, dan Peluang Karier Masa Kini

Banjarmasin, 11 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan teknologi di era digital, Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sari Mulia (UNISM) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Data Scientist di Era Digital: Pilar Inovasi, Tantangan, dan Peluang Karier Masa Kini”. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi pendidikan tinggi dalam membentuk generasi Indonesia yang adaptif terhadap transformasi digital dan kemajuan zaman.

Diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 09.00 WITA, webinar ini sukses menarik 79 peserta dari berbagai program studi di lingkungan UNISM, perguruan tinggi di wilayah Banjarmasin, hingga sejumlah kampus dari luar kota dan provinsi. Antusiasme peserta lintas disiplin menunjukkan bahwa profesi Data Scientist kini menjadi magnet karier baru di era digital, tak hanya di bidang teknologi, tetapi juga menjangkau sektor bisnis, kesehatan, pendidikan, hingga pemerintahan.

Acara dipandu oleh Nabila Khalilah Sabrina, mahasiswi aktif Universitas Sari Mulia, yang berperan sebagai moderator. Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Trifebi Shina Sabrila, S.Kom., M.Sc.Eng, dosen Teknologi Informasi UNISM yang telah menyelesaikan studi magister di bidang Data Science di Warsaw University of Technology, Polandia.

Dalam sesi penyampaian materi yang interaktif dan inspiratif, narasumber menjelaskan berbagai topik penting, di antaranya:

  • Definisi dan penerapan Data Science dalam kehidupan sehari-hari, seperti algoritma rekomendasi pada Netflix, sistem personalisasi Shopee, hingga navigasi cerdas Google Maps.
  • Perbedaan peran antara Data Analyst, Data Engineer, dan Data Scientist.
  • Tugas utama Data Scientist, termasuk membangun model prediktif dan memberikan insight berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan.
  • Skillset dan tools wajib di bidang ini, mulai dari Python, SQL, Tableau, hingga kemampuan berpikir analitis dan komunikasi data.
  • Tantangan besar, seperti volume data masif, tuntutan akurasi, serta kebutuhan pembaruan skill secara berkala.
  • Peluang karier luas dan tingginya permintaan global terhadap profesi ini di berbagai sektor industri.

Tak hanya menyampaikan sisi teknis, Ibu Trifebi juga membagikan pengalaman studi internasional di bidang Data Science, termasuk strategi persiapan bahasa, penyusunan portofolio, serta kiat memperoleh beasiswa, salah satunya Stefan Banach Scholarship. Peserta didorong untuk berpikir global, menyusun rencana studi lanjut, dan memanfaatkan peluang kerja sama lintas negara.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sari Mulia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi serta mempersiapkan mahasiswa menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global di era berbasis data.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *